BUDIDAYA JAHE MERAH BAGI PEMULA

BUDIDAYA JAHE MERAH ORGANIK

SISTEM POLIBAG BAGI PEMULA
OLEH RUYUNG AKHBAR

Budidaya jahe merah sistem polibag dengan panduan dari PT. NATURAL NUSANTARA sangat cocok untuk lahan sempit dengan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang seadanya. Demi meningkatkan kesejahteraan keluarga pada umumnya dan petani pada khususnya PT. NATURAL NUSANTARA berusaha dengan sepenuh hati membuatkan produk organik terutama pupuk dan pengendali hama yang berkualitas sehingga mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas dari hasil panen skala kecil untuk rumah tangga dan skala besar untuk petani agar mampu bersaing dalam menghadapi era pasar bebas saat ini.

Budidaya jahe merah sistem polibag memiliki keunggulan sebagai berikut:
  • Budidaya mudah
  • Hemat pupuk
  • Usaha Berkelanjutan
  • Serap pasar tinggi
  • Solusi tumpang sari
  • Solusi pemanfaatan lahan
  • Nilai ekonomis tinggi
  • Tanaman obat
  • Aroma teraphi saat penyiraman atau pemupukan
  • Tanaman  unik
  • Peluang usaha baru
MORFOLOGI UMUM JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICIANALE ROSC)

"Jahe Merah (Zingiber Officianale Rosc) merupakan tanaman berdaun tunggal dengan tulang daun sejajar atau melengkung (sebagai salah satu ciri tumbuhan monokotil/berbiji tunggal), dan memiliki rimpang yang beraroma khas. batang berbentuk bulat, berwarna hijau kemerahan dan agak keras karena diselubungi pelepah daun, tinggi  tanaman dapat mencapai 34,18 cm - 62,28 cm. Daun tersusun berselang-seling secara teratur (Lentera, 2002)".
Jahe merah akan tumbuh maksimal pada tanah gembur berpasir dengan rongga udara yang cukup untuk pembentukan rimpang nantinya. Pembentukan rimpang akan terhambat pada tanah dengan kadar lilin tinggi dan drainase (penyiraman) kurang baik. Peranan air dalam perkembangan rimpang sangat besar, sehingga apabila kekurangan atau kelebihan air akan sangat menghambat perkembangan rimpang atau bahkan dapat menyebabkan kematian.
Jahe merah akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan tingkat curah hujan antara 2500-4000 mm/tahun. dengan 7-9 basah, PH tanah 6,8-7,4. Pada PH rendah dapat dilakukan penanaman jahe merah namun perlu diberi tambahan kapur tani (dolomit).
Tanaman jahe merah dapat dibudidayakan pada daerah yang memiliki ketinggian 0-1500 m (diatas permukaan laut). Namun ketinggian optimal antara 300-900 MDPL. Jahe merah mempunyai rimpang yang kecil, berlapis-lapis, beraroma sangat tajam, warna jingga muda sampai merah dengan diameter 4-4,5 cm dan 12-13 cm, dengan kadar minyak atsiri 2,8-3,9%.

MANAJEMEN UMUM JAHE MERAH POLIBAG
Perencanaan
  • Selalu melangkah dengan dasar kalkulasi, logis dan realistis
  • Kumpulkan informasi terpercaya
  • Untuk pemula ideal mempunyai direktori yang dijadikan sebagai pemandu proses learning by doing dalam tahap budidaya jahe. 
(Untuk sharing tanya jawab mengenai budidaya jahe merah bisa hub WA 082 346 110 468) 
Persiapan
  • Lakukan perhitungan analisa rencana anggaran biaya dan analisis ekonomi sebelum memulai usaha budidaya dengan angka-angka minimal untuk mempresentasikan hasil dan angka-angka yang maksimal untuk mempresentasikan biaya.
  • Lakukan penetapan metode budidaya berdasarkan kalkulasi yang telah dilakukan dan pemilihan metode harus disesuaikan dengan kondisi lahan untuk efisiensi dan efektivitas budidaya.
Pelaksanaan
  • Bibit dan utilitas pupuk agar pada waktu schedule tanam tepat waktu persiapan tenaga penggarap.
  • Pengolahan lahan & persiapan media tanam
  • Pemberian pupuk dasar dan penanaman
  • Pemeliharaan, pengawasan perawatan dan pemberian pupuk tambahan, pembersihan gulma/rumput.
  • Schedule pengambilan sampling tanaman
Manajemen Panen
  • Direktori pasar dan informasi update harga serta kebutuhan kuantitas. Diversifikasi market akan memberikan experience value yang didapatkan melalui manajemen panen
  • Panen hasil
  • Pembersihan dan packing hasil panen
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) TEHNIS BUDIDAYA JAHE MERAH ORGANIK SISTEM POLIBAG TEKNOLOGI ORGANIK NASA 

MEDIA TANAM
TANAH : KOMPOS :  ARANG SEKAM : PASIR = 2 : 2 : 1 : 0,5
  • Masukkan media ke polibek ukuran 60x40 cm atau kanrung plastik yang telah di lubangi menyerupai polibag setinggi 15-20 cm
  • Siramkan campuran larutan pupuk SUPERNASA + GLIO 500 cc/polibag (buat larutan induk dengan takaran SUPERNASA 500gr GLIO 50 gr air secukupnya menjadi 1 liter Larutan induk. Ambil 250cc 1 gelas air mineral campurkan ke dalam 40 L air).
PEMBENIHAN
  • Pilih jahe merah kualitas F1 dengan ciri ciri rimpang keras, kering namun segar. umur 14 bulan, kulit rimpang tidak terkelupas serta memiliki aroma yang sangat kuat.
  • Benih di simpan dalam suhu ruangan selama 3-4 hari, percikan air secukupnya setiap sore hari sampai terlihat muncul bakal tunas pertanda benih siap di pindah ke media semai.
  • Potong rimpang mengikuti ruas rimpang. Usahakan agar sekecil mungkin rimpang terluka. Jika pada saat pemotongan jahe pisau mengenai jahe yang busuk, maka pisau harus dicelupkan ke dalam cairan garam. Untuk lebih amannya mematahkan ruas jahe dilakukan dengan tangan, resiko penularan pada rimpang yang busuk akan terhindar.
  • Setelah selesai pemotongan rimpang, rimpang kemudian diangin anginkan kurang lebih 1 jam agar bekas patahan kering.
  • Setelah ambil 50 cc larutan induk GLIO + SUPERNASA campur dengan air sebanyak kurang lebih  5 liter kemudian rimpang yang sudah diangin anginkan tadi direndam kedalamnya. Rendam selama 1 jam kemudian tiriskan dan siap untuk disemai.
TEHNIK PERSEMAIAN
  • Media persemaian terdiri dari kompos : pasir : sekam dengan perbandingan 50 kg : 10 kg : 35 kg.
  • Basahi sekam padi sebanyak 35 kg dengan larutan GLIO+SUPERNASA sebanyak 400cc dicampur dengan air 50 Liter.
  • Ambil setengah bagian sekam yang telah direndam kemudian disebar merata setinggi 10cm. setelah itu disebar kompos yang telah dicampur pasir merata ke seluruh bagian bedengan. 
  • Selanjutnya bibit jahe ditata rapih sambil ditekan sedikit usahakan posisi tidak terbalik (sesuai dengan tumbuh akar).
  • Kemudian media semai ditutup dengan setengah bagian sekam yang tersisa sampai tidak terlihat rimpang dari jahe tersebut. 
  • Sisa air rendaman bibit jahe kemudian disiram ke media semai.
  • Media semai kemudian diatapi dengan paranet kerapatan 70% dengan tinggi atap minimal 100-120 cm dari permukaan media semai.
  • Perawatan jahe waktu persemaian cukup dengan penyiraman air secukupnya sampai sekam penutup kelihatan basah. Lakukan Sehari sekali di sore hari pukul 16:00 keatas. 
  • Untuk penyiraman harap diperhatikan agar tingkat kelembaban tanah tidak lebih dari 65%.
  • Pemupukan dilakukan 5 hari sekali dengan dosis larutan induk SUPERNASA+GLIO sebanyak 30 cc kedalam 3 liter air. Saat pemupukan tidak perlu melakukan penyiraman.
PENANAMAN

  • Bibit semai yang telah berusia 21 hari atau memiliki 3 daun 1 pucuk siap di pindah ke polibag.
  • Cabut bibit dengan cara membasahi media semai sampai becek agar bibit mudah tercabut dan akar tidak putus.
  • Masukkan bibit ke polibek dengan cara menggaruk isi polibag sedalam 5cm lalu masukkan 1 lubang 1 tunas usahakan agar akar dari bibit jahe tertutup dengan media tanam. 1 polibag berisi 5 tunas jahe merah.
  • Penanaman hanya dilakukan pada pagi sebelum pukul 09:00 dan sore hari setelah pukul 15:00. Diantara jam tersebut jangan dilakukan penanaman ditakutkan bibit sedang melakukan fotosintesis.
PEMUPUKAN DAN PENYIRAMAN







  • Penyiraman 21 hari pertama saat pindah dari semai ke polibag lakukan penyiraman setiap hari sampai tanaman berusia 21 hari. Selanjutnya dilakukan penyiraman 2 hari sekali. Apabila hujan penyiraman dapat diundur 2 hari setelah hujan. Untuk menjaga kadar air dalam polibag tetap dibawah 65%.
  • Diperlukan naungan untuk tanaman jahe merah berupa paranet dengan kerapatan 70% dikarenakan tanaman jahe merah mempunyai sifat spesifik respon terhadap sinar matahari langsung yang dapat membakar daun dari jahe merah tersebut sehingga fotosintesis tidak dapat maksimal dan membuat tamanan menjadi kerdil dan kekeringan.
  • Pemupukan dilakukan setiap 2 minggu sekali minggu 2,4,6,8 disiram dengan larutan SUPERNASA+ HORMONIK. Dengan dosis 1 sendok makan SUPERNASA + 1 tutup HORMONIK atau 10cc ke dalam 20 Liter air. lalu diberikan 0.5 liter larutan/polibag.
  • Pemupukan berganti dengan POC NASA + POWER NUTRITION minggu ke 10 dst dengan dosis 1 tutup botol POC NASA + 1 sendok makan POWERNUTRITION ke dalam 20 liter air. lalu diberikan 0,5 liter larutan /polibag.
  • Semprotkan HORMONIK + PESTONA 4 minggu sekali mulai dari minggu ke 4,8,12 dst ditambah 4 dengan dosis 1 tutup botol HORMONIK + 1 tutup botol PESTONA sebanyak 20 liter air. Disemprot ke seluruh bagian tanaman.
  • Semprot TANGGUH DECOMPOSER + HORMONIK + CORRIN 4 minggu sekali mulai dari minggu ke 2,6,10,14,18, dst dengan dosis 1 tutup botol TANGGUH DECOMPOSER + 1 tutup botol HORMONIK + 2 sendok teh CORRIN ke dalam 20 liter air. Disemprot ke seluruh bagian tanaman.
PEMELIHARAAN
  • Penyiangan dilakukan setiap 2 minggu sekali saat pemupukan agar tidak cepat tumbuh gulma rumput teki, bandotan, krokot maupun jenis lainnya.
  • Jika batang lebih dari 30 maka dilakukan pemotongan batang yang sudah tua. hal ini diperlukan agar memberi peluang terhadap batang muda untuk tumbuh menjadi besar dan pertumbuhan generatif terjadi.
  • Atur PH tanah agar tetap berada pada posisi 6,8-7 terutama saat musim hujan. Apabila PH tanah berkurang sebaiknya lakukan penaburan kaptan/dolomit dengan dosis 50gr per polibag.
  • Lakukan penambahan media setiap bulannya mengikuti pertumbuhan tanaman. minimal 2cm atau 5 cm/bulan. hentikan penambahan media apabila muncul tunas baru setinggi 1cm. karena akan menghambat pertumbuhan tunas muda tersebut.
  • Media tambah berupa kompos/kotoran hewan : pasir : sekam dengan perbandingan 20 kg kotoran hewan, 2 kg pasir, dan 5 kg sekam padi.
PANEN
Sekilas tentang perkembangan jahe merah.
  • Jahe merah usia 0-5 bulan umumnya masih merupakan masa pertumbuhan, pertumbuhan tunas dan akar. akar yang dimaksud bukanlah rimpang melainkan akar serabut sebagai alat untuk menyerap makanan. Usia 0-5 bulan rentan terhadap penyakit terutama Fusarium, Layu Bakteri, Bercak daun. Dimana penyakit ini muncul saat musim penghujan. penanganan dapat dilakukan apabila kita intens menyemprotkan CORRIN dan PESTONA sesuai dengan SOP NASA. sehingga penyakit tersebut dapat dihindarkan.






  • Usia 6-12 bulan merupakan usia pembentukan rimpang jahe dimulai. Pertumbuhan rimpang jahe sangat cepat pada usia 6-10 bulan dan berangsur turun saat usia ke 11 dan berhenti saat usia 12 bulan. Nah saat usia 12 bulan inilah jahe merah bisa di panen. Namun kekurangannya kadar air dalam rimpang jahe merah masih sangat tinggi. Sehingga mengakibatkan rimpang cepat layu. Daya tahan hanya berkisar 1 bulan sejak panen.
  • Usia 13-14 bulan merupakan usia pengerasan rimpang. Kadar air mulai berkurang dan matang saat usia 14 bulan. Saat inilah jahe bisa disebut kualitas F1. Karena rimpang matang sempurna, rimpang menjadi keras sehingga mampu bertahan 3-4 bulan. Kualitas ini sangat diminati pengumpul dan dicari oleh petani sebagai bibit yang bagus.
Untuk pemesanan produk nasa, konsultasi
dan bagi yang berminat menjadi member/distributor
produk NASA segera hubungi
Distributor resmi PT.Natural Nusantara 
RUYUNG AKHBAR. ID CARD : N-452362
CALL, SMS, WA : 082 346 110 468

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "BUDIDAYA JAHE MERAH BAGI PEMULA"

Posting Komentar